Sabtu, 19 Mei 2012

Kanker serviks



Kanker serviks adalah penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. 
Letaknya antara rahim (uterus) dengan liang senggama wanita (vagina).
Kanker ini 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Berawal terjadi pada leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh penderita.
Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes pap smear setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut.

Gejala kanker serviks tingkat lanjut :

§  munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding).
§  keputihan yang berlebihan dan tidak normal.
§  perdarahan di luar siklus menstruasi.
§  penurunan berat badan drastis.
§  Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung
§  juga hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.

      Berhubung tidak mengeluhkan gejala apa pun, penderita kanker serviks 

biasanya datang ke rumah sakit ketika penyakitnya 


sudah mencapai stadium 3. 


Masalahnya, kanker serviks yang sudah mencapai stadium 2 

sampai stadium 4 telah mengakibatkan kerusakan pada 

organ-organ tubuh, seperti kandung kemih, ginjal, dan 

lainnya.


Karenanya, operasi pengangkatan rahim saja tidak cukup membuat penderita sembuh seperti sedia kala. Selain operasi, penderita masih harus mendapatkan terapi tambahan, seperti radiasi dan kemoterapi. Langkah tersebut sekalipun tidak dapat menjamin 100% penderita mengalami kesembuhan.



Pilih mana? mencegah atau anda memilih pengangkatan rahim, radiasi dan kemoteraphy yang masih juga belum ada jaminan sembuh? Lebih baik mencegah daripada mengobatikanker serviks bukan?

Tidak ada komentar: